× -language-

×
×
  • url:
×
×
×
6 0 0 0 0 0
6
   ic_mode_light.png

7 Cara Psikolog Mengajarkanmu Menjaga Batas Sehat

Orang baik tanpa batas adalah orang lelah yang sedang menunggu meledak dalam diam.

Ada satu pola yang sulit dikenali tapi menghancurkan perlahan. Kamu selalu bilang iya saat diminta bantuan. Kamu sering merasa bersalah jika menolak. Kamu menganggap dirimu rendah jika tidak bisa memenuhi ekspektasi orang. Lama-lama, kamu lelah. Tapi tidak tahu kenapa.

Kamu merasa kehilangan kendali atas hidupmu sendiri.

Dalam psikologi, kondisi ini disebut boundary collapse. Ketika kamu tidak punya batasan yang jelas, maka kamu membuka pintu bagi orang lain untuk masuk ke wilayah pribadimu, mengambil waktumu, emosimu, bahkan harga dirimu.

Menurut buku Set Boundaries, Find Peace karya Nedra Glover Tawwab, batas sehat bukanlah bentuk keegoisan. Justru itu bentuk cinta diri yang dewasa. Orang yang punya batasan jelas lebih sedikit stres, lebih jujur, dan lebih disegani dalam relasi.

Faktanya, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa individu yang mampu menetapkan batas tegas cenderung lebih bahagia dan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.

Berikut 7 cara yang psikologi ajarkan untuk menjaga batas sehat, agar kamu bisa tetap menjadi pribadi yang hangat tanpa kehilangan arah dan tenaga.

1 Kenali hak dasar dirimu

Buku The Assertiveness Workbook oleh Randy J. Paterson menjelaskan bahwa setiap orang berhak berkata tidak, berhak tidak menjelaskan alasan, dan berhak membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Menjaga batasan dimulai dari menyadari bahwa kamu berhak atas kehidupanmu sendiri. Hak ini bukan ego, tapi fondasi relasi yang sehat.

2 Identifikasi perasaan saat kamu dilanggar

Tanda batasmu dilanggar biasanya muncul lewat rasa terpaksa, jengkel, lelah emosional, atau ingin menghindar. Emosi ini bukan gangguan, tapi sinyal. Dalam Emotional Agility karya Susan David, disebutkan bahwa emosi negatif adalah petunjuk bahwa kamu sedang kehilangan arah hidup yang kamu butuhkan.

3 Latih respons, bukan reaksi

Jika seseorang memintamu sesuatu yang kamu rasa keberatan, tahan untuk langsung menjawab. Ambil jeda. Katakan, “Aku akan pikirkan dulu ya.” Ini memberi ruang pada logikamu untuk bicara. Dan itu bagian dari teknik penguatan batas dalam terapi CBT, yang melatih kita merespons secara sadar, bukan reaktif.

4 Buat skrip penolakan elegan

Contohnya: “Aku ingin membantu, tapi saat ini aku sedang fokus menyelesaikan pekerjaan pribadiku.” Menurut Boundaries karya Dr. Henry Cloud dan Dr. John Townsend, penolakan elegan bukan soal pintar bicara, tapi soal tahu batas kemampuan diri dan mengkomunikasikannya dengan jujur.

5 Jangan merasa harus menjelaskan semuanya

Semakin panjang penjelasanmu, semakin orang lain melihat celah untuk negosiasi. Ucapan seperti “Maaf, aku tidak bisa” sudah cukup. Dalam Radical Acceptance karya Tara Brach, belajar menerima bahwa tidak semua orang harus paham keputusan kita adalah bagian dari mencintai diri.

6 Waspadai pola manipulatif

Jika seseorang mengatakan, “Kok kamu berubah sih?” atau “Kalau kamu sayang aku, pasti mau bantu,” itu bukan cinta. Itu tekanan. Psikologi menyebut ini sebagai emotional blackmail. Dalam The Gaslight Effect karya Robin Stern, disebutkan bahwa kesadaran terhadap permainan emosi adalah langkah awal menjaga integritas.

7 Konsisten dan tenang itu lebih penting daripada keras

Banyak orang berpikir menjaga batas artinya bersikap dingin. Justru yang paling efektif adalah ketika kamu tetap tenang tapi tegas. Dalam Nonviolent Communication karya Marshall Rosenberg, dikatakan bahwa komunikasi yang jujur dan empatik justru lebih disegani daripada yang agresif.

Jika kamu ingin terus belajar membangun batas sehat tanpa merasa bersalah, berlanggananlah di logikafilsuf. Di sini kita belajar memakai logika dan empati sekaligus, agar hidupmu tetap punya arah.

Menjaga batas bukan berarti menjauhkan orang lain, tapi mendekatkan dirimu pada ketenangan yang selama ini kamu cari.

Tulis di komentar: batasan apa yang paling sulit kamu jaga? Apakah di keluarga, pertemanan, atau pekerjaan?
Dan bagikan tulisan ini jika kamu kenal seseorang yang sering merasa bersalah karena terlalu sering berkata iya.

❮ previous
next ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png rexpos
  • ic_order.png order
  • sound.png malsa
  • view_list1.png list
  • ic_mode_light.png light
× rexpos
    ic_posgar2.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× order
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_masonry.png ic_mode_light.png ic_other.png
ic_comment.png Chat
ic_argumen.png

ForAll
posmart
!JasBlog
! JasMart
! JasRide
! JasAuto
! JaSkills
!JasBarber
! Jarvis
! JasWrite
! JasJobs
! JaSent