× -bahasa-

×
×
  • url:
×
×
×
3 0 0 0 0 0
3
   ic_mode_dark.png

Pada 2024, ilmuwan dari Imperial College London merekam ngengat dengan kamera berkecepatan tinggi dan menemukan sesuatu yang mengejutkan: serangga sebenarnya tidak tertarik mendekati lampu. Mereka justru berusaha menjaga cahaya tetap berada di atas tubuh mereka, seperti saat menggunakan bulan sebagai penunjuk arah alami di malam hari. 🌙

Masalahnya, lampu buatan berada sangat dekat dan jauh lebih terang dibanding bulan. Otak serangga menjadi bingung. Mereka terus memutar tubuh agar punggungnya tetap menghadap sumber cahaya, tetapi karena posisi lampu terlalu dekat, mereka malah terjebak berputar-putar tanpa arah di sekitarnya. 🦋

Inilah alasan mengapa banyak serangga tampak “menabrak” atau mengelilingi lampu terus-menerus. Jadi, mereka bukan sedang mendekati cahaya, melainkan gagal melarikan diri dari disorientasi navigasi yang diciptakan cahaya buatan. 💡

Dampaknya sangat besar. Penelitian memperkirakan lampu jalan di Jerman saja membunuh hingga 100 miliar serangga setiap malam musim panas. Bahkan satu lampu jalan dapat menarik hampir seluruh penyerbuk malam dalam radius sekitar 200 meter. Karena itu, sejak 2023 beberapa negara Eropa mulai mengganti lampu jalan menjadi cahaya amber hangat yang lebih sulit dilihat serangga. 🟠

Referensi:
•Nature Communications - Why Flying Insects Gather at Artificial Light
• CNN - Why Insects Can’t Stop Flying Around Lights, According to Scientists
• Imperial College London - Study Reveals Why Insects Circle Artificial Lights
• The Guardian - Streetlights May Kill Billions of Insects Every Year
• Smithsonian Magazine - Scientists Discover Why Moths Are Drawn to Light

#fyp #viral #trending #reels #Indonesia

❮ sebelumnya
selanjutnya ❯
infodunia
+