× -bahasa-

×

view_list1.png Portall   view_list1.png Artikel   view_masonry.png Galeri   view_grid.png Cerita   view_list2.png Video  
×
  • url:
×
×
    Tidak Ada/kosong
    kemungkinan belum ada expos, expos telah dihapus maupun kesalahan sistem
×
0 0 0 0 0 0
0
   ic_mode_light.png

Rekomendasi Ganti Oli, Tidak Harus 6 Bulan!

Ibarat tubuh yang memiliki darah sebagai penyalur zat besi, vitamin, mobil pun sebagai tubuh butuh oli sebagai darahnya. Maka dari itu mesin dan oli jadi suatu kesinambungan. Pada umumnya memang pabrikan mobil itu menyarankan penggantian oli mesin atau oli mobil di setiap kelipatan 10.000 atau setiap 6 bulan, mana yang tercapa lebih dulu.


 


Saran tersebut berdasarkan buku petunjuk itu benar, namun untuk hasil terbaik tidak harus melakukan pergantian oli pada 6 bulan atau 10.000km. Agar lebih baik performa mesin dan mobil, ganti oli mobil ketika mencapai 9.000km atau 8.000km sudah bisa dilakukan pergantian oli mesin, agar sirkulasi kotoran tidak terlalu lama melumasi mesin.


 


Karena seiring berjalannya waktu, bertambahnya jarak tempuh mobil dan pemakaian, oli mobil itu kualitasnya berkurang. Akan jadi berbahaya jika kualitas mesin menurun hanya karna olinya tidak diganti dengan baik. Jangan dipikir kalau misalnya saat macet km mobil tidak bertambah kinerja mesin tidak bekerja, mesin tetap bekerja seperti pada umumnya. Jadi ketika berhenti di lampu merah atau melewati kemacetan itu mesin tidak diam dan tetap bekerja, namun Km tidak bergerak.


 


Hal ini yang perlu dipahami oleh para pemilik kendaraan roda empat ataupun roda dua. Pasalnya mesin itu perlu pelumas yang terjaga kualitasnya, apalagi kebiasaan lewat dari batas 10.000km atau 6 bulan, mobil jadi lebih tidak sehat nantinya. Jika mobil sudah lewat dari 5 tahun penggunaan, atau baru saja membeli mobil bekas, rutinlah cek oli mesin lewat dipsticknya.


 


Jika volume oli pada dipstick berkurang dari level minimal, lalu berpikir hanya menambah, disarankan ganti saja semua olinya dengan yang baru. Karena tidak disarankan mencampur oli yang sudah dipakai atau sudah ada di mesin yang notabene sudah kotor dicampur dengan yang baru. 


 


Oli mesin itu juga harus diperhatikan, artinya gunakan oli mesin yang sesuai dengan spesifikasi mobil itu sendiri. Jika disarankan oleh buku petunjuk atau bengkel menggunakan 0w20, maka gunakan oli dengan SAE tersebut untuk seterusnya. Simak juga rekomendasi jenis pelumas, jika yang disarankan adalah sintetis, harus menggunakan oli 0w20 sintetis jangan 0w20 mineral hanya karna terpancing 0w20 yang lebih murah.


 


Nah, agar Otofriends bisa memastikan kondisi mobil bekas, jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dengan prosedur pemeriksaan yang detail yakni mencapai 150 titik pemeriksaan dan tenaga inspektor yang andal, tentu Otofriends akan mendapat gambaran utuh tentang kondisi sebuah mobil bekas yang hendak dibeli.

❮ sebelumnya
selanjutnya ❯
Artikelinfodunia
+
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png rexpos
  • ic_order.png urutan
  • sound.png malsa
  • view_list1.png list
  • ic_mode_light.png light
× rexpos
    ic_posgar2.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× urutan
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_masonry.png ic_mode_light.png ic_other.png
+